Saturday, September 01, 2007

Cara PT. Inti Kimiatama Perkasa-Tanjung Morawa Mengurangi Biaya Produksi

PT. Inti Kimiatama Perkasa-Tanjung Morawa adalah pabrik pembuat obat nyamuk bakar merk Bayer. Selama ini, sudah 10 tahun, mereka mengeringkan coil obat nyamuk dengan menggunakan hot water boiler. Hot water boiler 2 unit, masing-masing mengkonsumsi 400 liter minyak solar perjam. Kalau dirata-ratakan pemakaian minyak solar tersebut menghabiskan biaya 1,8 milyar.
Namun semua itu sudah menjadi cerita lama, bulan April 2007 ini PT. IKP telah berhasil menurunkan biaya bahan bakar ini sampai mencapai hampir 75 %. Adalah keputusan yang sangat tepat dari pihak manajemen PT. IKP untuk segera membeli 1 unit hot water boiler dari PT. Atmindo Medan, dimana bahan bakar yang digunakan adalah cangkang sawit. Boiler ini mengkonsumsi 1 s/d 1,2 ton cangkang perjam. Kalau diasumsikan harga cangkang saat ini Rp 350,- kg, bisa pembaca kalkulasi sendiri berapa biaya operasi yang diturunkan. Biaya investasi untuk membangun boiler beserta silo dan conveyor untuk penanganan cangkang ini kurang lebih Rp 9 Milyar. Hot water ini dilengkapi dengan system control PLC. Sehingga semua system dapat dijalankan dengan hanya melihat monitor. System pembakaran dilengkapi dengan vibrograte (dapur getar). Dengan cara ini abu hasil pembakaran secara otomatis akan keluar dari ruang dapur. Dapur ini bergetar dengan interval waktu yang dapat disesuaikan (tidak selamanya bergetar). Abu yang telah jatuh ditampung dengan screw conveyor dan kemudian dialirkan ke slag mill (penggiling abu yang membatu) kemudian ditampung di ash container. Dari beberapa pengujian yang dilakukukan oleh lembaga yang berwenang didapat bahwa gas buang sangat memenuhi satandar yang telah ditetapkan. Hal ini sesuai dengan kebijakan persuhaan PT. IKP (Bayer) yang berkomitmen untuk menjadikan PT. IKP Tanjung Morawa sebagai pelopor industri yang berbahan bakan non-fossil.







Friday, July 27, 2007

Kemek-kemek (part 1)


Sudah benyak mengunjungi kota-kota di Indonesia, nggak pake uang sendiri seh. Ya, kebetulan kerjanya keliling trus. Di setiap kota, semua orang pasti ingin merasakan makanan setempat. Makanan apa sih yang enak?. Kalo di Palembang sudah pasti empek-empeknya. Daerah lain ada empek-empek, tapi tentu rasanya tidak seenak di Palembang. Sate padang, pasti banyak di Sumatra Barat. Di daerah lain juga banyak sate padang. Di kota saya, Medan saya punya tempat pavorit untuk makan sate ini. Bagi saya sate padang yang satu ini terasa lebih pas dengan lidah saya. Barangkali bumbunya sudah disesuaikan dengan bumbu khas Medan. Ya, kami di Medan sudah terbiasa dengan bumbu khas masakan Medan dimana terdapat campuran dari berbagai macam masakan tradisional seperti Melayu, Karo, Toba, Mandailing, Jawa, Aceh, India dll.
Warung sate ini tidak begitu besar, sekilas biasa saja. Kalo ke Medan jangan lupa mampir ke warung sate yang satu ini. Alamatnya di depan kantor Harian Waspada, Jln Letjen Suprapto. Tapi hati-hati, karena parkirnya sempit. Harganya nggak mahal. makan berempat , sudah sama minuman paling-paling cuma kena 60 ribu peraklah. Sepiring sate, orderan normal terdiri dari 10 tusuk, dagingnya campur. Kalo saya ngorder khusus, semua harus daging, nggak pake yang ada lemaknya, 15 tusuk sudah cukup. Dagingnya lunak, kalo digigit mak nyus............he he he...Pak Bondan punya. Saya ke warung ini sebulan 2 kalilah..........kalo baru pulang dari luar kota langsung saya ke sini....... Oke...jangan lupa kalo ke Medan mampir ke warung ini. Cintailah masakan Indonesia


Monday, May 14, 2007

Pangkalan Bun (Kalteng), Future Pekanbaru



Kalimantan Tengah saya perkirakan segera menjadi sentra industri kelapa sawit terkemuka dan terbesar di Tanah Air Indonesia. Sepuluh tahun yang lalu kalau saya mendarat di Pangkalan Bun, wah masyarakat tidak kenal atau memandang sebelah mata jika mereka tahu kita berbisnis di sektor sawit, maklumlah waktu itu kayu masih menjadi primadona di daerah ini. Sekarang kondisinya berubah, masyarakat sudah merasakan kehadiran industri ini. Lihatlah berapa banyak grup-grup besar seperti Astra Agro Lestari, Best Agro, Medco Agro dll. Saya senang karena sebagian masyarakat sudah dapat menikmati hasil dari geliat industri sawit ini. Dilihat dari potensi luas tanah, bahkan saya yakin dalam beberapa tahun kedepan Pangkalan Bun akan menjadi Pekanbaru yang baru.

Saturday, May 05, 2007

Sulitnya Memasang Boiler di PKS



http://farm1.static.flickr.com/176/483681289_7ea0fa7fec_m.jpg
Lihatlah gambar ini, weleh-weleh........jalan nggak sesuai kontrak. Bagaimana boiler mau selesai on time. Belum lagi bicara mutu, lha wong material handlingnya saja sulitnya bukan main. Bisa sampai lokasi boiler saja sudah mantap.