Dalam 10 tahun terkahir ini kita tentu sering mendengar istilah Membrane Wall Boiler yang dipakai untuk pabrik kelapa sawit. Kita menganggap bahwa teknologi ini adalah baru. Padahal teknologi ini sudah diterapkan di Eropa dan Amerika 35 tahun yang lalu. Sepengetahuan saya teknologi ini pertama kali diperkenalkan oleh pabrikan boiler Babcok Borsig Power. Tidak seperti boiler convensional, seluruh dinding menggunakan pipa bulat telanjang (bare tube), boiler ini pipanya sudah dibuatkan sirip melekat (finned tube) yang menhubungkan antara satu pipa dengan pipa lainnya. Sehingga keseluruhan dinding boiler akan kedap udara (gas tight). Boiler type ini mempunyai beberapa kelebihan antara lain:1. Efisiensi lebih dari 80 %, boiler bare tube mempunyai efisiensi maksimum 70 %
2. Tanpa menggunakan refractory material, sehingga tidak ada lagi masalah batu jatuh, klingker dll.
3. Temperatur ruang bakar akan menurun, karena fin menjadi media transfer panas, sebaliknya di boiler batu (stone boiler) .
4. Pemeliharaannya mudah.
5. Waktu start-up hanya kurang dari 30 menit
6. Dengan kapasitas yang sama, ukuran boiler lebih kecil
7. Dapat dioperasikan dengan hanya menggunakan serabut (fiber)
Ada beberapa perusahaan yang telah mengklaim dirinya adalah fabrikan boiler membrane wall. Tetapi setelah saya lihat cara manufaktur dan pemasangannya hal itu sama sekali tidak benar. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam memanufaktur boiler type membrane. Persyaratan itu antara lain adalah:
1. Proses las fin yang dipakai harus telah dikualifikasi oleh institusi yang berwenang antara lain; TUV, ASME atau JIS.
2. Proses fabrikasi dan pemasangannya juga harus sesuai dengan standar/code boiler: TRD, DIN EN 12952, ASME Sect I dll

