Boiler Horsepower
The term Horsepower is attributed to James Watt, the inventor of the steam engine (and the term “Watt” as a unit of power) as a way to help sell his engines. Watt knew he had to have a way to communicate the power of his steam engines and the best way was to equate it the most common form of power at the time - the horse which his engines would replace.
He noted that horses were typically used in grinding mills where they would walk in a 24 foot diameter circle (75.4 feet circumference). He estimated that the typical horse pulled with the equivalent force of 180 pounds and further observed that the horse would make 144 trips around the circle in an hour or 2.4 laps per minute. This means that the horse traveled at a speed of 180.96 feet per minute. Rounding up to 181 feet per minute and multiplying that by 180 pounds of force he arrived at 32,580 ft-lbs./minute which was rounded up to 33,000 ft-lbs./minute or 1 Horsepower.
Boiler Horsepower was calculated in a much different manner. Prior to 1876 Boiler Horsepower was based upon the heating area of a boiler with every 10 square foot of heating surface equaling 1 boiler horsepower. This would mean that a boiler with 200 square feet of heating surface would be rated at 20 boiler horsepower. Not a very exact way to measure the output of a boiler to say the least, especially given the different designs and efficiencies of boilers available.
All this changed at the 1876 Centennial Exhibition held in Philadelphia, PA. There judges decided to use “developed horsepower” which they defined as the ability to turn 30 pounds of 100 degree F feedwater per hour into steam at 70 psi. In 1884, ASME defined Boiler Horsepower as the amount of power required to convert 34.5 pounds of water per hour from feedwater at 212 degree F to dry, saturated steam at the same temperature. Today 1 boiler horsepower is equal to 33,475 Btu/Hour which is the amount of energy required to evaporate 34.5 pounds of water at 212 degree F in one hour. (disadur dari blog boiler Inggris_02/12/2008)
Tuesday, December 02, 2008
Friday, November 28, 2008
Monday, November 24, 2008
Sate Pavoritku Pecah Menjadi 2 Kubu

Sate Padang Bundo ini telah bernasip sama seperti Partai Kebangkitan Bangsa. Warung sate ini telah terpecah menjadi 2. Yang lama 'asli' masih menempati lokasi lama, sedangkan PKB versi Muhaimin berdiri di seberang jalan tepat tegak lurus di hadapan warung sate yang lama. Perpecahan ini sudah berlangsung sejak seusai lebaran tahun ini. Alkisah, sate Bundo ini didirikan oleh imigram dari Sumtra Barat, tepatnya Lubuk Basung. Ibu ini mempunyai 2 anak lelaki, setahu saya. Akibat mereka tidak bisa akur dalam pengelolaan Sate Bundo ini maka diputuskan seorang dari mereka memisahkan diri dengan membuat warung sate lainnya dengan lokasi hanya disebrang jalan. Warung sate yang beru ini dinamai warung sate Simpang Waspada. Karena berdekatan dengan kantor surat Kabar Waspada. Kami sekeluarga sangat prihatin dengan kondisi ini. Apa boleh buat, kami terpaksa ke PKB kubu Muhaimnin alias ke Sate Simpang Waspada karena istri saya terlanjur akrab dengan istri salah satu anak lelakinya. Percayalah, misi kedua pemilik warung sate ini sama. Yaitu menjual sate sebanyak-banyaknya. Yang menjadi masalah adalah mereka tetap memperebutkan masa NU alias penggemar sate yang itu-itu juga. Kepada teman-teman, kalian pilih mana juga ga masalah. Kedua warung sate ini sama ma'nyusnya....Selamat menikmati/medan 24 November 2008
Monday, November 10, 2008
Green Boiler
Monday, October 27, 2008
Erection Team ke Pantai Gading
Thursday, July 31, 2008
Kemek-Kemek Part2
Medan, Pulo Brayan - Suasana warung makan ini tak beda jauh dengan terminal amplas menjelang Lebaran. Orang berjubelan di ruangan sempit, pengap, beratap rendah dan semuanya berbicara eh..berteriak! Di luarpun pembeli mengantri persis antrean minyak tanah dan BLT. Wah, ini dia soto paling top di Medan bung!Weleh-weleh demi semangkok soto, orang rela antri berjubel. Terus terang akibat provokasi seorang teman yang orang Medan, saya jadi terbujuk mencicipi soto Medan. Padahal di benak saya soto Medan itu berkuah santan kental, kuning dan tentu saja gurih banget. Itu yang membuat saya sedikit ragu mencicipi soto Medan. "Pokoknya yang satu ini beda dan harus dicicipi kalau sampai Medan," demikian komentar mas Popon.Lokasi warung makan yang terletak di Jalan Sei Deli ini persis di ujung jalan, tak jauh dari jalan Gatot Subroto dan kawasan Petisah. Meskipun sudah hampir pukul 09.30, warung soto yang buka sejak jam 07.00 masih penuh sesak. Masuk lewat pintu samping, tempat mencuci piring dan dua lemari untuk meracik soto tidak terlihat bersih,bahkan nyaris agak kumuh. Tetapi pengunjung toh tetap berjubel. Menunggu beberapa saat barulah kami mendapatkan meja kecil dan kursi yang ditata berhimpitan. Suasananya nyaris pengap dan panas.Di meja terdapat satu piring plastik berisi emping goreng dan kacang Medan dan sepiring berisi rempeyek udang yang lebar menjuntai ke luar piring. Piring yang lain berisi agar-agar berwarna merah dadu, dicetak dalam gelas kecil dan diletakkan terbalik (supaya tak dihinggapi lalat!) dan sepiring perkedel kentang.. Suara riuh orang-orang yang makan soto (tua, muda, karyawan dan anak-anak) bercampur dengan teriakan super keras dari pelayan menyampaikan pesanan. Penuh semangat khas Medan!Semangkuk soto ayam yang saya pesan, disajikan di mangkuk berikut sepiring nasi. Kuah soto yang panas mengepul menebarkan aroma kapulaga dan jintan yang wangi. Ternyata setelah saya aduk, kuahnya tidak kental dan warnanya kuning agak butek tidak kuning mencolok. Saat sesendok kuah mampir di mulut, terasa sangat gurih, serpihan rempah berupa butiran halus berwarna hitam menyebar di keliling kuahnya. Deteksi saya menyatakan kuah ini memakai banyak rempah, ada kayu manis, jintan, cengkih, kapulaga, pala dan tentu saja merica. Bukan aroma bumbu kari yang tajam tapi paduan rempah yang lembut gurih. Inilah yang membuat kuah soto Medan Sei Deli ini sangat berbeda.Daging ayamnya yang digoreng, disuwir halus, rasanya renyah gurih. Hanya sayang nasi putihnya terasa ‘pera’ keras buat saya. Soto sapinya juga tak kalah enak juga digoreng dulu. Di sini ada soto sapi, babat atau paru. Tempat meraciknya terlihat berantakan dengan panci besar berisi kuah yang terus mengepul. Dengan taburan emping goreng, rasa kuah soto jadi makin sedap saja. Makin enak kalau disantap dengan rempeyek udang yang besar lebar dan gurih krenyes-krenyes.Menurut mas Popon, soto Medan ini sudah jadi menu sarapan wajib orang Medan termasuk dirinya sejak masih kecil. Konon warung ini dibuka oleh Hajjah Yurdanis seorang Padang yang merantau ke Medan. Hmm..mungkin itulah sebabnya aroma kari tidak terlalu ‘menonjok’ pada soto racikannya ini. Meskipun baru makan setengah porsi nasi saya sudah cukup kenyang. Keringatpun mulai mengucur dari dahi.Agaknya kami tak bisa mengobrol lama-lama karena teriakan pelayan di sisi meja kami seolah ‘mengusir’ kami secara halus mengingat banyak pengunjung menanti meja kosong di luar warung. O,ya harga soto Medan ini cukup terjangkau Rp. 12.000 per mangkuk (ini kalau nggak salah lihat karena saya hanya bisa mengintip saat mas Popon membayar bon makan!). Wah, sajian brunch yang cukup menyenangkan. Cocok disantap sebelum berputar-putar ke Pajak Petisah! Tak salah jika teman saya menganjurkan mencicipi soto legendaris ini.Soto Sei DeliRM Sinar PagiJalan Sungai Deli 2 DTelpon: 061-4530728 ( eka / Odi )_saya kutip dari Detik.com
Wednesday, July 09, 2008
Forklifts are Limited but People are Unlimited

Saya teringat salah satu perushaan Korea mempunyai semboyan Resources are limited but Creativity Unlimited.....saya yakin mereka-mereka yang ada di gambar sebelah ini adalah manusia-manusia super creative. Apakah meraka telah bertemu dengan Andre Wongso atau Prie GS atau motivator-motivator lainnya sebelum bekerja? saya pun tak tahu lah. Tetapi mereka-mereka ini adalah manusia unggul yang mampu menerapkan Ilmu Mekanika Statis yang dipelajari di STM. Bayangkan, Upper Drum boiler seberat 14 ton dapat digeser dengan forklift 6 ton dan 2,5 ton!!!. Untuk meyakinkan drum itu dapat diangkat mereka cukup mendata berat beberapa orang untuk Counter Weight. Adalah Parulian Soboro manusia terberat di perusahaan ini menjadi orang pertama untuk menjadi pemberat. Dia tidak kelihatan dalam gambar tersebut karena sudah tertutupi oleh pemberat-pemberat lainnya. Akhirnya, dengan kreativitas tersebut Upper Drum tersebut dapat dimasukkan ke kontiner dan telah sukses dikirim ke Papua Nugini................allamak!
SHE ha ha ha
Ini nyata, hanya terjadi di PT. Atmindo Medan. Barangkali welder ini adalah jebolan pasukan koalisi Amerika dan sekutunya waktu menyerbu Irak. Dia sudah terbiasa super safe. Ketika kontraknya habis sebagai pasukan pengamanan di Irak dia kembali ke Indonesia untuk melanjutkan tugasnya sebagai Welder dengan Kualifikasi DIN EN 287-1. Dengan proses las GTAW dan SMAW yang telah lulus kualifikasi RWTUV. Avtomat Kalashnikova obraztsa 1947 (AK 47) yang biasa dipakai di medan berat gurun pasir diganti dengan Argon Torch WeldCraft WP9. Kalau Ak47 yang adalah senjata anti macet di medan berpasir, maka WP9 adalah GTAW torch yang ampuh dipakai untuk mengelas tanpa water cooling. Tetapi untuk mengamankan kulitnya dari serangan lawan, lemparan baut dan martil las, dia tetap menggunakan seragam militernya.......allamak.
Sunday, May 18, 2008
Membrane Wall Boiler, Apa Itu?
Dalam 10 tahun terkahir ini kita tentu sering mendengar istilah Membrane Wall Boiler yang dipakai untuk pabrik kelapa sawit. Kita menganggap bahwa teknologi ini adalah baru. Padahal teknologi ini sudah diterapkan di Eropa dan Amerika 35 tahun yang lalu. Sepengetahuan saya teknologi ini pertama kali diperkenalkan oleh pabrikan boiler Babcok Borsig Power. Tidak seperti boiler convensional, seluruh dinding menggunakan pipa bulat telanjang (bare tube), boiler ini pipanya sudah dibuatkan sirip melekat (finned tube) yang menhubungkan antara satu pipa dengan pipa lainnya. Sehingga keseluruhan dinding boiler akan kedap udara (gas tight). Boiler type ini mempunyai beberapa kelebihan antara lain:1. Efisiensi lebih dari 80 %, boiler bare tube mempunyai efisiensi maksimum 70 %
2. Tanpa menggunakan refractory material, sehingga tidak ada lagi masalah batu jatuh, klingker dll.
3. Temperatur ruang bakar akan menurun, karena fin menjadi media transfer panas, sebaliknya di boiler batu (stone boiler) .
4. Pemeliharaannya mudah.
5. Waktu start-up hanya kurang dari 30 menit
6. Dengan kapasitas yang sama, ukuran boiler lebih kecil
7. Dapat dioperasikan dengan hanya menggunakan serabut (fiber)
Ada beberapa perusahaan yang telah mengklaim dirinya adalah fabrikan boiler membrane wall. Tetapi setelah saya lihat cara manufaktur dan pemasangannya hal itu sama sekali tidak benar. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam memanufaktur boiler type membrane. Persyaratan itu antara lain adalah:
1. Proses las fin yang dipakai harus telah dikualifikasi oleh institusi yang berwenang antara lain; TUV, ASME atau JIS.
2. Proses fabrikasi dan pemasangannya juga harus sesuai dengan standar/code boiler: TRD, DIN EN 12952, ASME Sect I dll
Thursday, April 24, 2008
PKS Tertua di Indonesia yang Masih Beroperasi
PKS Negeri Lama ini adalah milik PT. Socfin Indonesia yang berkedudukan di Medan. PKS ini adalah salah satu dari PKS-PKS yang dimiliki PT. Socfin Indonesia yang tersebar di Provinsi Nangro Aceh Darussalam dan Provinsi Sumatera Utara. Saya tidak tahu pasti kapan PKS ini dibangun dan dioperasikan. Saya mendapat petunjuk dari sebuat pelat nama(name plate) boiler yang sudah saya perbaiki beberapa bulan yang lalu. Dari pelat nama tersebut saya dapati bahwa boiler yang ada dioperasikan mulai tahun 1927. Boilerya pun masih sangat sederhana, hanya pakai 1 lorong api, tanpa fire tube. Jumlahnya 4 unit, dan semuanya masih beroperasi dengan baik. Boiler ini tidak dipergunakan untuk memutar turbin yang menhasilkan listrik, tetapi hanya
dipergunakan untuk proses, 6 bar sudah cukup. Jika saya hitung dari kapasitas boiler yang ada, pabrik ini mempunyai kapasitas terpasang sebesar 10 ton Tandan Buah Segar (TBS) perjam. Pabrik ini berlokasi di Daerah yang disebut Negeri Lama, Kecanmatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, Propinsi Sumatera Utara. Naik mobil dapat ditempuh selam kurang lebih 6 jam dari Medan. Untuk mencapai pabrik kita harus menyeberangi Sungai Bilah dengan menggunakan ponton. Lokasi ponton 2 km sebelum pabrik. Ponton ini dibuat dan dioperasikan oleh PT. Socfindo. Ponton ini mampu dilewati oleh truk berkapasitas 7500 kg. Selain untuk keperluan operasional perusahaan, ponton ini juga dipergunakan untuk keperluan masyarakat. Menurut
saya pabrik ini sudah tidak layak lagi dioperasikan jika dilihat dari aspek teknik. Bahkan, jika air Sungai Bilah meluap, maka pabrikpun akan tergenang banjir setinggi 20 cm. Akses menuju pabrikpun harus pakai sampan. Dahulu, orang-orang Belgia membangun pabrik ini melalui jalan laut, yaitu dari Belawan. Menurut para pansiunan pabrik ini, dari Belawan ke Negri lama dapat ditempuh selama 3 hari. Nah, kepada teman-teman yang sedang membangun pabrik, sekarang ini semuanya sudah gampang kan.......
dipergunakan untuk proses, 6 bar sudah cukup. Jika saya hitung dari kapasitas boiler yang ada, pabrik ini mempunyai kapasitas terpasang sebesar 10 ton Tandan Buah Segar (TBS) perjam. Pabrik ini berlokasi di Daerah yang disebut Negeri Lama, Kecanmatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan Batu, Propinsi Sumatera Utara. Naik mobil dapat ditempuh selam kurang lebih 6 jam dari Medan. Untuk mencapai pabrik kita harus menyeberangi Sungai Bilah dengan menggunakan ponton. Lokasi ponton 2 km sebelum pabrik. Ponton ini dibuat dan dioperasikan oleh PT. Socfindo. Ponton ini mampu dilewati oleh truk berkapasitas 7500 kg. Selain untuk keperluan operasional perusahaan, ponton ini juga dipergunakan untuk keperluan masyarakat. Menurut
saya pabrik ini sudah tidak layak lagi dioperasikan jika dilihat dari aspek teknik. Bahkan, jika air Sungai Bilah meluap, maka pabrikpun akan tergenang banjir setinggi 20 cm. Akses menuju pabrikpun harus pakai sampan. Dahulu, orang-orang Belgia membangun pabrik ini melalui jalan laut, yaitu dari Belawan. Menurut para pansiunan pabrik ini, dari Belawan ke Negri lama dapat ditempuh selama 3 hari. Nah, kepada teman-teman yang sedang membangun pabrik, sekarang ini semuanya sudah gampang kan.......
Subscribe to:
Posts (Atom)

